Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Bali merupakan salah satu destinasi wisata terbaik yang ada di dunia. Setiap tahunnya, jutaan wisatawan dari penjuru dunia menghabiskan waktu liburnya di pulau berjuluk Pulau Dewata ini. Bali memang menarik dilihat dari berbagai sisi. Tidak hanya kondisi alam yang sangat indah, pulau ini pun memiliki kaya akan tradisi dan budaya. Tak heran jika wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, tidak henti-hentinya datang untuk mengagumi keindahan budaya maupun alam tanah para dewata ini.

Pantai merupakan objek yang paling digemari para wisawatan selama berkunjung ke Bali. Pantai-pantai di Bali memang terkenal dengan keindahannya. Selama ini yang sering kita dengar yaitu Pantai Kuta, Sanur, Nusa Dua, Muaya. Selain pantai pantai itu Bali masih banyak memiliki hidden beach yang memiliki keindahan yang menakjubkan. Contohnya pantai suluban.
Pantai Suluban adalah salah satu pantai paling unik di Bali, yang tersembunyi oleh formasi batu gamping alami dan diakses melalui tangga dan log landai melalui celah sempit di batu karang pantai Suluban ini pantas disebut surga tersembunyi di uluwatu,Bali. Diapit oleh tebing yang menjulang, pantai kecil ini mungkin tidak ideal untuk berjemur, tetapi melayani peselancar dengan baik sebagai pangkalan untuk mendayung dan menunggang istirahat karang yang berdekatan, termasuk di sekitar Uluwatu, hanya di selatan. Dijuluki ‘Blue Point’, Pantai Suluban terletak di ujung Jalan Mamo di daerah pesisir Labuan Sait, wilayah yang sama yang dibagi oleh tempat-tempat surfing terkenal Padang Padang dan Uluwatu. Kecuali Anda tinggal di salah satu vila yang baru-baru ini muncul di sini (orang-orang seperti Blue Point Bay Villas), tiba di sini dari daerah populer seperti Kuta dan Jimbaran adalah yang terbaik dengan shuttle hotel, taksi, atau sepeda motor. Parkir berada di pinggir jalan, tepat sebelum tangga turun ke pantai. Biaya parkir adalah Rp 5.000 untuk sepeda dan Rp 15.000 untuk mobil. Dari sini, Anda harus bertahan 10 menit berjalan kaki dengan menaiki tangga beton. Namun, Anda tidak akan segera menemukan pantai di bagian akhir. Lewati deretan kafe yang dikelola secara lokal (melayani Bintang dingin dingin, makanan ringan dan ‘makanan ringan surfer’ termasuk ‘nasi campur’ favorit lokal), penyewaan papan selancar dan toko seni, dengan Bar Single Fin di sisi kanan Anda, dan akhirnya Anda akan menemukan pintu masuk pantai utama – menuruni tebing sempit. Sempit dan curam, Anda biasanya harus membiarkan orang lain naik dan keluar terlebih dahulu sebelum membuat keturunan Anda. Sebuah balok panjang yang sejajar dengan gua besar berfungsi sebagai trotoar yang menuntun Anda ke bebatuan dan ke pasir yang lembut, sementara suara ombak yang menabrak menjadi lebih terlihat. Nah jika kalian bosan dengan pantai kalian dapat mengunjungi objek wisata di Bali yaitu wisata air terjun satu ini.

Jika kebanyakan air terjun berada di kawasan perbukitan, hutan maupun pegunungan di dataran tinggi, Air Terjun Kanto Lampo justru berada di wilayah dataran rendah di Banjar Kelod Kangin, Desa Beng, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Bali.

objek wisata baru di Bali ini bagi kalangan warga lokal sudah disana sangat terkenal, memasuki desa tersebut sudah ada petunjuk yang mengarahkan anda ke lokasi air terjun, atau tanya orang sekitar, mereka akan senang hati memberikan anda petunjuk.
Sesampai di areal parkir, sejumlah pemuda desa siap memberikan anda memberikan informasi sebelum sampai di lokasi. Air terjun Kanto Lampo dikelola oleh warga setempat dengan peran para pemuda desa termasuk dalam pembuatan tangga jalan menuju ke lokasi wisata, agar perjalanan lebih nyaman. Di areal ini juga ada makanan dan minuman, tidak dikenakan retribusi parkir, hanya dikenakan biaya tiket masuk, biaya tiket masuk terakhir yang kami update Rp 5.000/orang baik dewasa maupun anak-anak.
Untuk menuju ke tempat air terjun anda harus menuruni puluhan anak tangga, sepanjang perjalanan ada beberapa tempat peristirahatan dan juga pedagang, bisa anda gunakan sebagai tempat bersantai, sambil menikmati alam asri sekitarnya yang belum terjamah. Mungkin ada baiknya anda berkunjung tidak saat musim penghujan, karena jalannya akan sedikit licin. Sebelumnya jalan setapak untuk menuju air terjun Kanto Lampo sudah ada, akses jalan menuju lokasi digunakan warga setempat untuk mengambil air suci kepentingan upacara keagamaan.Namun setelah menjadi objek wisata, akses jalan ditata lebih baik agar memberikan kenyamanan bagi pengunjung.
Setelah melewati anak tangga anda melewati tangga bebatuan, maka anda akan disuguhi pemandangan indah air terjun Kanto Lampo, memiliki daya tarik tersendiri dan berbeda dengan objek wisata air terjun lainnya, air terjun ini tidak menampilkan tebing-tebing curam, tapi bebatuan yang berhimpitan tersusun acak, beberapa bagian bebatuan datar, sehingga anda bisa berada dan duduk bersantai di bawah atau bagian tengah tebing sambil mandi menikmati segarnya dan jernihnya air terjun tersebut.
Aliran air terjun Kanto Lampo cukup jernih untuk mandi, anda bisa mandi dan bercengkrama, bahkan di tengah-tengah tebing sambil duduk bersila seolah seorang pertapa, tentu akan menciptakan efek gambar yang sensasional. Kawasan ini akan ramai pengunjung saat liburan hari raya. Tempat ini selain sebagai tempat rekreasi juga sebagai ajang photo-photo yang keren, sehingga anda selalu eksis di media sosial.
Dengan objek wisata yang menawarkan keindahan alamnya ini, para wisatawan akan tertarik untuk mengunjungi pantai dan air terjun tersebut. Hal ini dapat mempengaruhi berkembangnya destinasi wisata di Bali. Sehingga dengan ini Bali layak untuk bersaing di pariwisata dunia.
Usaha adalah kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan penghasilan berupa uang atau barang yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mencapai kemakmuran hidup. Tentu usaha yang dilakukan secara terus menerus akan membuahkan hasil yang maksimal. Artinya kalau berbicara usaha, kegiatan untuk mencapai keuntungan baik langsung maupun tidak langsung. Dalam memulai sebuah usaha yang banyak orang takuti pasti takut rugi. Menurut saya hal ini tidak perlu ditakuti jika perencanaan kita dalam memulai suatu usaha tersebut sudah direncanakan dan diperhitungkan dengan baik.
Selain itu banyak masyarakat yang ingin membuka usaha tetapi terhalangi oleh biaya. Sebenarnya jika kita sudah fix untuk membuat sebuah usaha. Kita dapat mengajukan sebuah proposal atau pinjaman dana ke bank. Dengan ini kita dapat membuka usaha kita. Tetapi usaha ini menurut saya harus sudah diperhitungkan dengan baik mulai dari konsep ataupun resiko yang sekiranya di dapat.
Jika saya berkesempatan untuk membuat sebuah usaha saya akan membuat sebuah cafe dengan konsep street food market. Kenapa konsep ini karena jika kita lihat, antusiasme orang jika melihat sebuah tempat unik dan instagramable akan beda. Mereka akan langsung berfoto dan berselfie menikmati konsep cafe street food. Stelah berfoto mereka akan menguploadnya ke sekolah dan tag wajib stp kirim kelineku Selain itu rencana saya akan langsung memasang kedai kedai dengan street food yang berbeda. Nah disini costumer akan mengetahui bagaimana proses pembuatan makanan yang telah mereka pesan. Ini adalah salah satu daya jualku. Menurut saya dengan ini mereka akan lebih penasaran untuk memesan dan bau dari masakan makanan yang dimasak langsung disana seakan dapat mengunggah rasa pengunjung lain dan ingin mencobanya. Sebelum itu juga saya juga sudah memiliki usaha kecil rumahan dengan kakak saya, yaitu PANGBE. PANGBE ini singkatan dari pangsit be atau pangsit isi daging. Awalnya hanya coba coba dirumah untuk camilan. Tetapi ternyata teman teman suka. Dan untuk mengisi hari libur saat itu kami memutuskan untuk mnjualnya. Kami menjual pangbe ini dengan semua kami yang mengerjakan. Mulai dari bungkus pangsitnya, mengantar ke tempat pemesanan, dan aksesoris lainnya. Awal saya menjalani usaha ini memang dirasa melelahkan, tetapi setelah lama saya jalani rasa itu perlahan mulai menghilang. Bersamaan dengan itu respon masyarakat lah yang membuat saya sangat senang. Lama berjalan saya mendapatkan big order untuk pagi dan sore. Ini membuat saya makin gigih utuk mengembangkan usaha ini. jika kalian ingin memesan pangbe silahkan hubungi saya.





Begitu pesat dan cepatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini hingga mampu mempengaruhi dan merubah cara hidup, cara bekerja,dan cara berhubungan satu sama lain. Dampak kemajuan teknologi pun pasti berimbas langsung kepada industri yang ada, karena teknologi tidak bisa dipisahkan dengan industri. Hampir semua barang yang kita miliki saat ini adalah barang yang dapat mudah ditemukan dimana saja. Revolusi industri 4.0 ( four point zero ) merupakan fase keempat dari perjalanan revolusi industri yang di mulai pada abad ke 18 dengan perubahan yang sangat cepat terkait dengan segala dimensi kehidupan dengan wujud adanya sebuah digitalisasi sektor kehidupan, sedangkan industri adalah kegiatan memproses atau mengolah barang dengan menggunakan sarana dan peralatan mesin dan istilah 4.0 (four point zero ) merupakan satu nama yang tren otomatis dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Ketika sebuah negara masuk ke era Revolusi Industri 4.0, maka cenderung terjadi pertumbuhan dan perkembangan industri secara menyeluruh dan berkelanjutan. Cara



menghadapi revolusi industri 4.0 ini tiap negara punya strategi masing-masing. Memasuki era industri 4.0 memaksa manusia memasuki dua dunia, yaitu dunia riil dan dunia virtual. Internet of things yang merupakan ruh di era ini mengkondisikan manusia secara personal dan komunal sangat bergantung kepada dunia virtual, yang semakin hari semakin complicated dan smart. saat ini adalah era revolusi industri yang secara fundamental akan selalu terus berubah mengikuti pola hidup kita, cara bekerja dan berhubungan satu dengan yang lain. Dalam skala, cakupan, dan kompleksitasnya, transformasi industri tidak akan sama seperti yang dialami sebelumnya. Munculnya era tourism 4.0, merupakan dampak dari revolusi industri 4.0 di sektor pariwisata. Era ini ditandai dengan adanya kemudahan akses atas informasi melalui media digital. Era tourism 4.0 juga menjadi penyebab munculnya fenomena pergeseran budaya siber dan visual pada wisatawan Indonesia, khususnya generasi milenial. Merespon hal tersebut, Kemenpar selaku leading sector pariwisata Indonesia, mengeluarkan dua kebijakan aplikatif. Penelitian ini bertujuan untuk menjadikan kebijakan tersebut sebagai lesson learned bagaimana Kemenpar beradaptasi untuk menyesuaikan dan menjangkau wisatawan milenial. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menjelaskan pentingnya kebijakan Kemenpar dalam menggagas GENPI sebagai komunitas milenial yang mempromosikan parwisata Indonesia dan kebijakan untuk mengembangkan destinasi wisata berkonsep “kekinian” melalui pendekatan digital. Begitu pesat dan cepatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini hingga mampu mempengaruhi dan merubah cara hidup, cara bekerja,dan cara berhubungan satu sama lain. Dampak kemajuan teknologi pun pasti berimbas langsung kepada industri yang ada, karena teknologi tidak bisa dipisahkan dengan industri. Hampir semua barang yang kita miliki saat ini adalah barang yang dapat mudah ditemukan dimana saja. Ketika sebuah negara masuk ke era Revolusi Industri 4.0, maka cenderung terjadi pertumbuhan dan perkembangan industri secara menyeluruh dan berkelanjutan. Cara menghadapi revolusi industri 4.0 ini tiap negara punya strategi masing-masing. Memasuki era industri 4.0 memaksa manusia memasuki dua dunia, yaitu dunia riil dan dunia virtual. Internet of things yang merupakan ruh di era ini mengkondisikan manusia secara personal dan komunal sangat bergantung kepada dunia virtual, yang semakin hari semakin complicated dan smart. saat ini adalah era revolusi industri yang secara fundamental akan selalu terus berubah mengikuti pola hidup kita, cara bekerja dan berhubungan satu dengan yang lain. Dalam skala, cakupan, dan kompleksitasnya, transformasi industri tidak akan sama seperti yang dialami sebelumnya.


selain itu, tantangan industri 4.0 diantaranya keamanan, permodalan, ketenaga kerjaan, privasi.
Generasi yang lahir di tahun 1980 sampai tahun 2000 sering kita sebut generasi milenial. Sudah tidak asing lagi bukan kalian dengar? Jika kita mendengar ”MILENIAL’ yang pertama ada di pikiran kita pasti generasi yang berkaitan dengan teknologi. Peran generasi ini sangat besar pada teknologi digital. Dengan kecanggihan alat alat elektronik seperti komputer, smartphone, kamera, internet dan lain lain, mereka sudah mampu menciptakan berbagai karya dan bisa mengakses apa saja dengan mudah dan cepat. Dengan bermodal cakap teknologi mereka sudah dapat menghasilkan uang dari kecakapan menggunakan teknologi digital. Sudah banyak bukti kesuksesan orang orang dari memanfaatkan teknologi digital ini. Para milenial juga kini lebih mengandalkan teknologi digital untuk memenuhi kebutuhan mereka, contohnya jika mereka ingin makan, tapi malas untuk keluar. Mereka tinggal memesan makanan melalui aplikasi online dan pesanam anda akan segera diantarkan. Kita bisa membayar melalui aplikasi tersebut ataupun membayarnya langsung . Mudah bukan? Selain itu jika kalian ingin liburan tetapi terlalu malas pergi ke travel agent, jangan khawatir! Pada era ini sudah tersedia beberapa travel agent yang menggunakan teknologi digital untuk transaksi. Hal ini dirasa cukup efisien dan sangat mudah dilakukan. Beberapa perusahaan sudah menawarkan reservasi tiket dan pemilihan tiket wisata pada aplikasinya. Hal ini juga mendapat kesan positif dari masyarakat. Mereka tidak perlu repot repot mendatangi travel agent lagi. Dan juga jika masyarakat ingin bepergian mendadak, mereka hanya perlu melakukan reservasi melalui smartphone mereka. Seiring berjalannya waktu tidak dirasa teknologi pun berkembang pesat. Hal ini dipengaruhi oleh sumber daya manusia yang berkualitas. Tetapi perlu diperhatikan juga identitas dan keamanan travel digital yang akan kita gunakan. Jangan sampai kita tertipu dengan travel digital palsu atau travel agent yang hanya ingin menipu konsumen.
Travel digital ini juga sedang digalakkan oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Ia mengajak para pelaku industri pariwisata untuk “go digital”. Tanpa itu negara kita tidak akan berkembang makin pesat. Dan hal ini juga mempengaruhi persaingan pasar dunia yang semakin ketat. Hampir 70% persen wisatawan yang datang ke Indonesia sudah menggunakan travel digital. Jika para travel digital masih saja berada di sistem walk in service dalam reservasi tiket dan penawaran paket wisata ditakutkan travel agent ini akan kalah bersaing dengan online travel agent yang banyak digunakan para Milenial saat ini. Travel digital juga menawarkan harga sesuai kemampuan para traveler. Hal inilah yang menarik traveler menggunakan teknologi digital ini. Dengan ini Menpar kita sedang fokus mencanangkan pariwisata 4.0 atau tourism 4.0 . Pengembangan ini ditujukan bagi wisatawan milenial dengan harapan peningkatan yang berlipat. Era ini ditandai dengan lahirnya sistem penggabungan kemampuan manusia dengan mesin. Hal ini diharapkan mampu menambah pengalaman traveler dan mendongkrak pariwisata.
Dengan teknologi digital ini banyak menarik para seniman untuk menciptakan suatu pameran yang menarik bagi para Milenial. Karena sejauh ini para Milenial kurang menyukai seni seni klasik yang kuno. Tetapi dengan adanya unsur teknologi digital, para Milenial akan tertarik untuk berkunjung dan melihat karya karya mengesankan tersebut.
Contohnya museum macan yang ada di Jakarta ini menjadi spot bagi para Milenial untuk menikmati karya karya seni yang ditunjukan. Hal ini dilihat dari banyaknya para Milenial yang menjadikan museum ini sebagai spot foto yang kemudian diunggah ke media sosial mereka. Hal ini menunjukan keterlibatan teknologi yang sangat besar pada suatu karya.
Jadi dengan adanya teknologi digital di era Milenial ini dapat meningkatkan sektor pariwisata yang dapat mengenalkan Indonesia di kancah dunia
This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.
You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.
Why do this?
The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.
To help you get started, here are a few questions:
You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.
Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.
When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.