INDUSTRI REVOLUSI 4.0

Begitu pesat dan cepatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini hingga mampu mempengaruhi dan merubah cara hidup, cara bekerja,dan cara berhubungan satu sama lain. Dampak kemajuan teknologi pun pasti berimbas langsung kepada industri yang ada, karena teknologi tidak bisa dipisahkan dengan industri. Hampir semua barang yang kita miliki saat ini adalah barang yang dapat mudah ditemukan dimana saja. Revolusi industri 4.0 ( four point zero ) merupakan fase keempat dari perjalanan revolusi industri yang di mulai pada abad ke 18 dengan perubahan yang sangat cepat terkait dengan segala dimensi kehidupan dengan wujud adanya sebuah digitalisasi sektor kehidupan, sedangkan industri adalah kegiatan memproses atau mengolah barang dengan menggunakan sarana dan peralatan mesin dan istilah 4.0 (four point zero ) merupakan satu nama yang tren otomatis dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Ketika sebuah negara masuk ke era Revolusi Industri 4.0, maka cenderung terjadi pertumbuhan dan perkembangan industri secara menyeluruh dan berkelanjutan. Cara

menghadapi revolusi industri 4.0 ini tiap negara punya strategi masing-masing. Memasuki era industri 4.0 memaksa manusia memasuki dua dunia, yaitu dunia riil dan dunia virtual. Internet of things yang merupakan ruh di era ini mengkondisikan manusia secara personal dan komunal sangat bergantung kepada dunia virtual, yang semakin hari semakin complicated dan smart. saat ini adalah era revolusi industri yang secara fundamental akan selalu terus berubah mengikuti pola hidup kita, cara bekerja dan berhubungan satu dengan yang lain. Dalam skala, cakupan, dan kompleksitasnya, transformasi industri tidak akan sama seperti yang dialami sebelumnya. Munculnya era tourism 4.0, merupakan dampak dari revolusi industri 4.0 di sektor pariwisata. Era ini ditandai dengan adanya kemudahan akses atas informasi melalui media digital. Era tourism 4.0 juga menjadi penyebab munculnya fenomena pergeseran budaya siber dan visual pada wisatawan Indonesia, khususnya generasi milenial. Merespon hal tersebut, Kemenpar selaku leading sector pariwisata Indonesia, mengeluarkan dua kebijakan aplikatif. Penelitian ini bertujuan untuk menjadikan kebijakan tersebut sebagai lesson learned bagaimana Kemenpar beradaptasi untuk menyesuaikan dan menjangkau wisatawan milenial. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menjelaskan pentingnya kebijakan Kemenpar dalam menggagas GENPI sebagai komunitas milenial yang mempromosikan parwisata Indonesia dan kebijakan untuk mengembangkan destinasi wisata berkonsep “kekinian” melalui pendekatan digital. Begitu pesat dan cepatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini hingga mampu mempengaruhi dan merubah cara hidup, cara bekerja,dan cara berhubungan satu sama lain. Dampak kemajuan teknologi pun pasti berimbas langsung kepada industri yang ada, karena teknologi tidak bisa dipisahkan dengan industri. Hampir semua barang yang kita miliki saat ini adalah barang yang dapat mudah ditemukan dimana saja. Ketika sebuah negara masuk ke era Revolusi Industri 4.0, maka cenderung terjadi pertumbuhan dan perkembangan industri secara menyeluruh dan berkelanjutan. Cara menghadapi revolusi industri 4.0 ini tiap negara punya strategi masing-masing. Memasuki era industri 4.0 memaksa manusia memasuki dua dunia, yaitu dunia riil dan dunia virtual. Internet of things yang merupakan ruh di era ini mengkondisikan manusia secara personal dan komunal sangat bergantung kepada dunia virtual, yang semakin hari semakin complicated dan smart. saat ini adalah era revolusi industri yang secara fundamental akan selalu terus berubah mengikuti pola hidup kita, cara bekerja dan berhubungan satu dengan yang lain. Dalam skala, cakupan, dan kompleksitasnya, transformasi industri tidak akan sama seperti yang dialami sebelumnya.

selain itu, tantangan industri 4.0 diantaranya keamanan, permodalan, ketenaga kerjaan, privasi.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai